Stasiun Garmisch-Partenkirchen, Jerman Sembari menunggu kereta lokal tiba tiga menit lagi. kau mulai berkisah tentang resah yang menghinggap-hinggapi hati. Tentang rasa yang perlahan-lahan mati. Dan tentang cinta yang tiada lagi disini. Sejurus kemudian memberi senyum. Senyum yang bermakna : "Hey tenanglah. aku takkan mencintaimu. Tapi setelah ini, diantara peron dengan bangku-bangku sandarnya, diantara gerbong-gerbong kereta yang terisi penuh ataupun yang lengang, akan hanya ada satu hal yang kamu ingat. Aku!" Aku bertanya (juga dalam senyum): "sampai kapan?" "sampai kata cinta dalam ingatanmu tiada" "Sial, saya pergi" Mereka berpisah, tapi sayang sebongkah hatinya telah tercecer di tempat itu, tertinggal, selamanya. Lengang, U-Bahn (kereta bawah tanah), Munchen Stasiun Bad Goisern, Desa Kecil di area Salzkammergut, Austria
Comments
Post a Comment