Posts

Showing posts from 2019

STASIUN

Image
Stasiun Garmisch-Partenkirchen, Jerman Sembari menunggu kereta lokal tiba tiga menit lagi. kau mulai berkisah tentang resah yang menghinggap-hinggapi hati. Tentang rasa yang perlahan-lahan mati. Dan tentang cinta yang tiada lagi disini. Sejurus kemudian memberi senyum. Senyum yang bermakna : "Hey tenanglah. aku takkan mencintaimu. Tapi setelah ini, diantara peron dengan bangku-bangku sandarnya, diantara gerbong-gerbong kereta yang terisi penuh ataupun yang lengang, akan hanya ada satu hal yang kamu ingat. Aku!" Aku bertanya (juga dalam senyum): "sampai kapan?" "sampai kata cinta dalam ingatanmu tiada" "Sial, saya pergi" Mereka berpisah, tapi sayang sebongkah hatinya telah tercecer di tempat itu, tertinggal, selamanya. Lengang, U-Bahn (kereta bawah tanah), Munchen Stasiun Bad Goisern, Desa Kecil di area Salzkammergut, Austria

ANGAN YANG MENGGANGGU

Image
Saya mengerti, pada dasarnya berandai-andai itu engga baik. Bikin kita engga bersyukur dan bersedih. Seperti kata ulama yang sekarang lagi dikasuskan ceramahnya :"setan itu membisiki manusia dengan dua hal: kesedihan atas masa lalu yang telah dilewati dan ketakutan/kekhawatiran akan masa depan yang belum pasti terjadi". Fikiran saya bukan soal andai ini terjadi dan andai itu tidak terjadi, Tetapi andai kita mengabaikan alasan-alasan yang menghiasi banyak hal dihidup kita. Alasan-alasan yang menjadikan sesuatu yang kita harapkan tidak lagi kita kejar. Coba kita inget-inget lagi, kalo aja kita dibebaskan dari beban finansial (menghidupi diri dan keluarga), tekanan dari orang-orang sekitar, tingkat pendidikan, kecerdasan, atau jabatan, dorongan gaya hidup di medsos, keberuntungan, atau hal-hal lainnya yang sering dibuat-buat seseorang untuk dijadikan alasan, kita ingin berada dimana sih sekarang? Mau menjalani hidup dengan bekerja atau berkarya dibidang apa? Ingin menggambarka...