#1 Frankfurt - Bawa Saya Kemana Saja

Orang bilang frankfurt itu engga khas eropa banget, terlalu amerika. Bahkan, salah satu sebutan kota ini adalah Mainhattan (terinspirasi dari manhattan). Tapi ya karena saya pertama kali nginjek eropa (pertama kali keluar negeri malah wkwk) jadi ga kerasa bedanya.



Yang dateng ke Frankfurt ucup, yang jemput di bandara frankfurt juga namanya ucup. doi waktu itu lagi studienkolleg (semacam tahapan persiapan sekaligus seleksi sebelum masuk univ. di jerman) di kota frankfurt. karena kota ini punya bandara yang cukup sibuk di eropa, jadi lah dia punya tugas negara tambahan berupa menjemput dan numpangin nginep orang indo yang masih cupu kaya saya. Dengan sogokan beberapa bungkus indomie, menginaplah saya selama 2 hari 1 malam di kosan ucup.

Dan entah karena alasan apa, saya ga mempelajari dulu sebelum berangkat itu frankfurt kaya gimana, sistem transportasinya gimana, dan tempat yang bisa di kunjungi turis apa aja. jadilah selama dua hari itu saya cuma ngikutin ucup atau kak ramby (mahasiswa indo juga) terserah mereka bawa kemana dan sampai kapan.





Nyatanya, saya tetep terkesan meski saya enggak tau itu apa dan lagi ada dimana, frankfurt malam hari tetap keren seperti pada gambar-gambar "ga jelas dimana" diatas. Jat lag akhirnya yang mengakhiri waktu jalan-jalan malam saya lebih awal karena waktu disana jam 8 malem, di indonesia udah sekitar jam 2 dini hari. jadi kalo diajak ngobrol suka tiba-tiba ketiduran.

btw, untuk memahami sistem transportasi yang ada di frankfurt bisa baca-baca web dibawah ini :
https://www.frankfurt-tourismus.de/en/Information-Planning/All-Roads-Lead-to-Frankfurt/Public-Transport

Hari kedua setelah kaget dengan toilet di jerman yang aneh (aneh pokoknya gugling aja), akhirnya kita cabs keluar buat liat frankfurt di siang hari. Pas keluar keluar rumah lagi turun salju. salju pertama di frankfurt winter tahun 2013, salju pertama juga buat saya (melow). Sama kaya hari pertama, hari kedua juga ngikutin ucup aja sambil minta tolong fotoin kalo ada tempat yang bagus plus terkagum-kagum liat tram dan sistem transportasinya, sampah yang dipilah, bangunan-bangunan tua yang antik, dan kaos bola yang terlalu mahal.





Baju tebal empat lapis (long john, kaos, jaket dalem, jaket luar) ternyata ga mampu bikin saya tahan jalan-jalan terlalu lama. tiap selang waktu sekitar 30 menit saya selalu cari toko atau ruang apapun untuk sekedar ngangetin badan beberapa menit sebelum lanjut keliling kota. perjalanan akhirnya harus terhenti menjelang sore karena saya harus berkemas untuk keberangkatan ke tempat saya internship di eropa : Wroclaw, Poland.


Comments

Popular posts from this blog

STASIUN

akihir-akhir ini

Tentang Malam